Beranda » ANEH !!! Oknum Dokter Inisial J. A Malah Dipindahkan ke Dispora, Pernyataan Bupati Akan Copot Oknum Pungli Ditagih Rakyat

ANEH !!! Oknum Dokter Inisial J. A Malah Dipindahkan ke Dispora, Pernyataan Bupati Akan Copot Oknum Pungli Ditagih Rakyat

Ilustrasi Internet/ AI

by Editor Utama
0 comment

Lebak – Beberapa waktu lalu Bupati Lebak Moch. Hasbi Jayabaya dengan tegas menyatakan siapapun ASN yang nakal melakukan Pungutan Liar (Pungli) akan dilakukan Pencopotan dari Jabatannya bahkan di keluarkan dari ASN.

Pernyataan Bupati Lebak yang lantang itu pun kini ditagih oleh Komunitas Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK).

Guntur Timsus KOMPAK menegaskan, pernyataan Bupati Lebak harus dibuktikan sesuai apa yang dinyatakannya di depan publik dan sudah banyak di muat di berbagai media online.

“Mari kita tagih janji pak Bupati yang dengan tegas akan mencopot oknum ASN yang melakukan Pungli. Dan saat ini, kita sudah mengantoni sejumlah bukti yang sangat Kredibel terkait kasus dugaan Pungli yang menyeret oknum dokter berinisial J. A, terhadap puluhan orang korban,” tegas Guntur, Selasa 7 Juli 2026.

Guntur juga mengaku telah mengantongi sejumlah bukti kronologi dari korban, bukti kwitansi dan lembaran keretas yang berlogokan RSUD Adjidarmo dengan tulisan di atasnya diduga ada tulisan pesanan dari beberapa orang agar bisa lolos bekerja di RSUD Adjidarmo.

“Tindakan yang sangat memalukan daerah Lebak, memalukan pimpinan bahkan merusak instansi/ OPD terkait. Tindakan Pungli tidak dapat dibenarkan dan tindakan itu menurut kami bukan hanya melanggar etik, tapi sudah melabrak aturan dan berpotensi Pidana,”tegas Guntur.

Senada, Ketua Umum Gerakan Warga Sipil Banten Bersatu (GWSBB) mengaku miris atas tindakan dokter inisial J. A yang memliki moral Korup dengan modus melakukan pungli demi menguntungkan pribadinya sendiri.

“Kami sangat perihatin terhadap para korban yang tertipu iming-iming kerja mereka tentu sangat berhadap dapat bekerja untuk meringankan beban kehidupan dan membantu orang tuanya., Lebih mirisnya lagi, hingga orang tuanya berusaha keras dari hasil keringatnya mencari uang yang di minta oknum agar anak-anaknya dapat bekerja sesuai yang di janjikan oknum. Eh, ternyta pekerjaan itu hingga saat ini tidak kunjung ada. Bahkan, masih banyak bahkan mencapai nominal kurang lebih Rp Puluhan juta rupiah,”tegas Adam Muhamad Surya Khadapi.

Adam Buya sapaan akrabnya, dalam waktu dekat berama KOMPAK sedang mengunpulkan bukti-bukti dan menindaklanjuti pelaporan secara resmi kepada aparat penegak hukum.

“Kami sudah melakukan kajian dan berkoalisi. Bukti sudah kita kantongi timggal mempersiapkan pelaporan secara resmi atas kasus tersebut. Sekali lagi kami perihatin, kami kasihan kepada para korban. Kenapa oknum dokter tidak memikirkan dampak sakitnya para korban dan tangisan orang tuanya yang berusaha mengumpulkan uang dari hasil keringan agar anaknya bekerja tapi oknum malah diduga menipunya dengan iming-imgin modus dapat meloloskan bekerja di RSUD Adjdidarmo,”ujarnya.

Adam mendesak aparat penegak hukum tidak dinggal diam dan segera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dingga ke akar-akarnya. Pihaknya juga akan segera melayangkan surat audensi kepada Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut oknum di keluarkan dari IDI.

Pihaknya juga bersama KOMPAK akan segera mendatangi Kejaksaan Negeri Lebak untuk memberikan Laporan secara resmi terkait kasus tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait juga selalu terbuka memberikan ruang. hak jawab sesuai kode etik dan UU PERS. (*/Ar/Red)

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com