Lebak – Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak di demo kelompok Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA), Selasa, 23 Juni 2026.
Dalam aksinya, GAMMA menyuarakan kritik serius pada PUPR Lebak menyoroti realisasi pekerjaan Rehabilitasi Jalan Rangkasbitung Gajrug diduga dikerjakan asal jadi oleh CV. FALBY PUTRA MANDIRI.
Proyek Jalan tersebut diketahui bersumber dari APBD Lebak dengan nilai kontrak sebesar Rp10,6 miliar.
Ketua umum GAMMA Hudori menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi dan kantongi bukti bahwa pekerjaan Rehabilitasi Jalan Rangkasbitung- Gajrug diduga kuat tidak dikerjakan sesuai spesifikasi kontrak. Diperkuat ketika terkonfirmasi saat audensi dengan pihak PUPR Lebak, Pengawas Proyek serta pihak dari kontraktor.
“Jelas jelas paket pekerjaan Jalan Rangkasbitung – Gajrug dikerjakan tidak sesuai ketentuan spesifikasi kontrak. Hal itu bisa kami pastikan berdasarkan hasil investigasi lapangan yang Komprehensif, kemudian di perkuat saat kami menerima keterangan dari Dinas PUPR saat audiensi pada Jumat 12 Juni 2026,”ungkap Hudori.
GAMMA menuntut agar paket pekerjaan Rehabilitasi Jalan Rangkasbitung- Gajrug segera dilakukan pembongkaran kembali. Selain itu, GAMMA juga mendesak Kepala Dinas PUPR dan Kabid Bina Marga PUPR Lebak untuk mundur karena dianggap tidak dapat melakukan pengawasan dan pengendalian kualitas mutu pekerjaan proyek tersebut.
“Kami menuntut DPUPR Lebak membongkar sejumlah titik pekerjaan Jalan Rangkasbitung- Gajrug yang diduga dikerjakan asal jadi itu. Karena sudah jelas terkonfirmasi bahwa proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai spesifikasi kontrak dan diduga tidak memenuhi kualitas mutu beton,”ungkap Dori.
Gamma memastikan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid 2, hingga PUPR Lebak membongkar Proyek Jalan tersebut.
“Ya, selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi serta konsolidasi selepas aksi, kami GAMMA menyatakan akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid 2 hingga PUPR Lebak pembongkaran pekerjaan jalan Rangkasbitung – Gajrug itu,”tegas Hudori.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya konfirmasi pada pihak-pihak terkait. (*/Red)