Beranda » Menjaga Nyala Idealisme: Aktivis Bukan Alat Tawar, Melainkan Simbol Pergerakan Rakyat

Menjaga Nyala Idealisme: Aktivis Bukan Alat Tawar, Melainkan Simbol Pergerakan Rakyat

Ahmad Rifai Arief bang

by Editor Utama
0 comment

LEBAK  –  Gelombang aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kabupaten Lebak pada 2 Maret 2026 menjadi potret nyata bahwa nurani gerakan di daerah ini masih hidup.

Massa turun ke jalan membawa aspirasi, menyuarakan keresahan, dan menuntut perubahan atas berbagai persoalan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Namun dinamika pasca-aksi menghadirkan ruang refleksi yang lebih dalam.

Informasi mengenai pertemuan sejumlah pimpinan OKP dengan Bupati Lebak dan jajaran Kepolisian Resort Lebak memunculkan perdebatan di internal gerakan. Sebagian mempertanyakan transparansi dan mekanisme komunikasi terhadap massa aksi, sebagian lainnya menilai dialog sebagai bagian dari strategi perjuangan.

Di sinilah titik pentingnya: gerakan mahasiswa bukan sekadar soal kerasnya suara di jalan, tetapi juga tentang kejernihan sikap dan akuntabilitas moral.

Aktivis Adalah Simbol, Bukan Sekadar Representasi.

Organisasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Keluarga Mahasiswa Lebak, sejak awal berdiri membawa identitas perjuangan intelektual dan moral. Mereka bukan hanya struktur organisasi, tetapi simbol kesadaran sosial.

Aktivis bukan pejabat. Aktivis bukan negosiator kepentingan pribadi. Aktivis adalah representasi harapan rakyat yang sering kali tidak memiliki ruang untuk bersuara.

Karena itu, setiap langkah baik aksi turun ke jalan maupun dialog di ruang formal harus dibangun di atas prinsip keterbukaan, kolektivitas, dan tanggung jawab moral kepada massa yang diwakili.

Pendidikan Politik dalam Gerakan Perbedaan pandangan dalam tubuh gerakan adalah hal wajar. Justru di situlah pendidikan politik berlangsung. Namun yang harus dijaga adalah nilai dasar: independensi dan keberpihakan kepada kepentingan publik.

Dialog dengan pemerintah bukanlah bentuk pengkhianatan, selama dilakukan secara terbuka, terstruktur, dan berdasarkan mandat kolektif. Sebaliknya, aksi tanpa arah juga dapat kehilangan substansi bila tidak diiringi strategi yang matang.

Gerakan mahasiswa yang kuat adalah gerakan yang Transparan kepada anggotanya. Konsisten antara tuntutan dan tindakan. Tidak mudah terkooptasi oleh kepentingan jangka pendek.

Mampu menjaga marwah organisasi sebagai agent of change dan agent of social control.

Momentum Introspeksi Peristiwa ini seharusnya menjadi momentum introspeksi bersama, bukan ajang saling menjatuhkan. Aktivis perlu menyadari bahwa setiap sikap dan keputusan mereka akan dinilai publik. Kepercayaan adalah modal terbesar gerakan. Sekali hilang, sulit untuk dipulihkan.

Lebak membutuhkan generasi muda yang kritis, cerdas, dan berintegritas. Bukan hanya berani bersuara, tetapi juga berani bertanggung jawab atas setiap keputusan.

Aktivis adalah simbol pergerakan rakyat. Mereka berdiri bukan di atas kepentingan kekuasaan, tetapi di atas kepentingan keadilan. Dan selama idealisme itu tetap menyala, gerakan akan selalu menemukan jalannya.

Kini yang dibutuhkan bukan sekadar klarifikasi, melainkan komitmen bersama untuk menjaga marwah perjuangan agar tetap berpihak kepada rakyat—karena di situlah makna sejati dari sebuah gerakan.

Ditulis Oleh : Ahmad Rifai Arief  Aktivis HMI 

Editor : AJI ROSYAD JURNALKLIK.COM

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com