Lebak – Suasana sore di sekitar Alun-alun Rangkasbitung, Minggu 1 Maret 2026, terasa berbeda. Di tengah hiruk pikuk kendaraan dan lalu lalang warga yang menanti waktu berbuka, sekelompok insan pers dari Forum Wartawan Solid (FWS) turun langsung ke jalan, membagikan takjil kepada puluhan warga, khususnya para pengais rezeki dari menggoes becak dan pekerja harian.
Tak ada panggung megah. Tak ada seremoni panjang. Hanya senyum tulus dan tangan-tangan yang saling menyapa dalam kehangatan Bulan Suci Ramadhan 2026.
Ketua Umum FWS, Aji Rosyad, bersama jajaran pengurus, tampak menyapa satu per satu para pengayuh becak yang sejak siang berjuang di bawah terik matahari. Paket takjil sederhana itu mungkin tak seberapa nilainya, namun bagi mereka yang menerima, perhatian dan kepedulian itulah yang terasa paling berharga.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremoni. Ini cara kami menggerakkan giroh sosial dalam diri. Ramadhan mengajarkan betapa penting dan bahagianya berbagi terhadap sesama,” ujar Aji Rosyad di sela kegiatan.
Beberapa pengayuh becak tak mampu menyembunyikan rasa haru. Ada yang tersenyum lebar, ada pula yang mengucap terima kasih dengan suara lirih. Di balik wajah-wajah lelah itu, tersimpan cerita perjuangan yang jarang tersorot. Mereka tetap mengayuh demi keluarga, bahkan saat bulan puasa menuntut tenaga dan kesabaran lebih.
Kegiatan berbagi takjil ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial bukan hanya slogan. FWS ingin membuktikan bahwa insan pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga bagian dari denyut nadi masyarakat. Hadir, merasakan, dan peduli.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat kecil, langkah sederhana seperti ini menjadi oase harapan. Setidaknya, mereka tahu bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang mau berbagi.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah tentang menumbuhkan empati, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan cahaya di tengah keterbatasan.
Di sudut Alun-alun Rangkasbitung sore itu, FWS tidak hanya membagikan takjil. Mereka membagikan kehangatan, kepedulian, dan pesan bahwa kebersamaan adalah kekuatan.
Sebab sejatinya, berbagi bukan soal seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa tulus hati yang terlibat di dalamnya. (*red)