Lebak – Citra institusi kepolisian kini tengah menjadi sorotan tajam publik menyusul rentetan kasus hukum yang menjerat oknum anggota Polri, mulai dari keterlibatan dalam jaringan narkoba hingga tindakan penganiayaan. Menanggapi situasi tersebut, Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Provinsi Banten, Asal Lebak angkat bicara dan meminta langkah tegas dari Kapolres Lebak & Kapolda Banten.
Darurat Integritas dan Kepercayaan Publik
Aktivis GMNI secara resmi meminta Kapolres Lebak dan Kapolda Banten untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh anggota di jajaran Polres Lebak. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya preventif sekaligus aksi nyata dalam menjaga integritas korps Bhayangkara di tingkat daerah.
Haetami Abkar, S.Sos Demisioner pengurus cabang GMNI Lebak, menyatakan bahwa publik saat ini mengalami krisis kepercayaan akibat ulah segelintir oknum yang mencederai nilai-nilai kepolisian.
“Kita tidak ingin apa yang terjadi di daerah lain atau di level nasional juga terjadi di Lebak, apalagi hari ini masyarakat lebak juga sedang bertanya-tanya tentang kasus narkoba yang menyeret anggota polres lebak, Kapolres harus berani melakukan pembersihan internal secara total, mulai dari tes urine mendalam hingga audit rekam jejak perilaku anggota di lapangan,” ujar Haetami.
Adapun yang harus dilakukan oleh kapolres lebak
1. Pemeriksaan Narkoba Berkala: Melakukan tes urine mendadak dan menyeluruh kepada seluruh personel tanpa pandu bulu.
2. Evaluasi Etika dan Tindakan: Memastikan tidak ada anggota yang menggunakan kekerasan berlebih (penganiayaan) dalam menjalankan tugas.
3. Transparansi Sanksi: Meminta Polres Lebak bersikap terbuka kepada publik jika ditemukan pelanggaran, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.
Menurut Haetami, langkah pemeriksaan ini bukan berarti mencurigai semua anggota, melainkan sebuah bentuk perlindungan bagi anggota yang benar-benar bekerja secara profesional.
“Jika memang bersih, kenapa harus risih? Justru dengan pemeriksaan ini, anggota yang berprestasi dan jujur akan terlindungi dari stigma negatif masyarakat,” tambah Haetami.
Pihak GMNI menegaskan akan terus mengawal komitmen Kapolres Lebak dalam menjaga kondusivitas dan keamanan wilayah tanpa dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai ada ‘titik hitam’ di tanah Lebak. Kita butuh polisi yang melindungi, bukan yang mengonsumsi atau mengintimidasi,”tutup Haetami. (*Red)