Beranda » Penomena Elnino Menyebabkan Kabupaten Lebak Krisis Air Bersih, BPBD  Mencatat Sudah Mencapai 21 Kecamatan

Penomena Elnino Menyebabkan Kabupaten Lebak Krisis Air Bersih, BPBD  Mencatat Sudah Mencapai 21 Kecamatan

by Editor Utama

Lebak – Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat, hingga Senin 11 September 2021 penomena elnino yang menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Lebak sudah mencapai 21 Kecamatan.

Data tersebut disampaikan langsung Kepala BPBD Lebak Febby Rizki Pratama diruang kerjanya, Selasa (12/9/2023).

Kata Febby, permohonan air bersih yang terdaftar di BPBD Lebak sudah mencapai 51 Desa. Sementara, jumlah air yang telah di distribusikan sudah mencapai 536 ribu untuk memenuhi sebanyak 10864 (Sepuluh ribu delapan ratus enam puluh empat Kepala Keluarga).

“Jadi kita sudah mengirimkan sekitar 536 ribu liter air bersih kepada masyarakat melalui sistem rumping air bersih,”kata Febby.

Pihaknya mengaku bahwa BPBD Kabupaten Lebak hanya memiliki 3  kendaraan tengki dan 1 tengki di bantu oleh PMI untuk mendistribusikan air berish tersebut. Meski begitu, pihaknya juga dibantu oleh Polres Lebak, Kodim 0603 Lebak, BBWSC3 dan juga pemerintah provinsi Banten.

” Hingga saat ini permohonan air bersih kepada BPBD terus berdatangan, dan kita terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan kita dalam mendistribusikan air kepada masyarakat,”katanya.

Febby berharap masyarakat dapat memaklumi jika masih ada yang belum terakomodir dalam permohonan air bersih tersebut. Karena, kata ia, kondisi armada yang dimiliki sangat terbatas.

“Hingga saat ini permohonan air bersih kepada kita masih terus berdatangan. Kita juga mohon maklum kepada masyarakat karena armada kita terbatas, luas wilayahnya juga cukup banyak yang harus ditangani. Sehingga, jadwal antrian cukup panjang, jadi kami mohon maklum jika ada masyarakat yang belum bisa kita bantu melalui sistem droping air besih,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pendistribusian air bersih tersebut mencukupi, kata Febby, hingga saat ini kebutuhan air bersih belum mencukupi, melihat kondisi armada yang di miliki hanya ada 4 armada.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMKN 1 Rangkasbitung Menyebut, Harus Ada Peran Serta Orang Tua Mengontrol Anak dan Penguatan Iman

“Sudah saya sampaikan bahwa antriannya cukup panjang, dan sampai sekarang ada sekitar 12 Desa lagi yang belum terlayani oleh kita. Karena luas wilayahnya Kabupaten Lebak itu ada 28 Kecamatan 340 Desa dan Kelurahan, sementara armada yang kita punya hanya 4 Tengki, kalau dibilang cukup tentunya tidak cukup,”katanya.

“Seperti, contohnya di Pondok Panjang di Cihara, sampai sekarang masih belum terlayani karena kita masih berputar di wilayah Maja dan wilayah lainnya. Kita mohon maaf jika masih banyak yang belum terlayani,”kata Febby.

Lanjut Febby, jika berbicara ideal kebutuhan masyarakat untuk air bersih tersebut, tentu itu tidak akan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Penomena Elnino ini, lanjut Febby, Bupati Lebak juga sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dari tanggal 22 Agustus 2023 berakhir tanggal 5 September kemarin. Kemudian di perpanjang 14 Hari lagi ke depan.

“Artinya memang di Lebak ini sudah darurat krisis air bersih. Kita juga akan berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi semoga ada bantuan kepada kita semoga tidak hanya droping air bersih, air bersih ini kan itu untuk jangka pendek, perjuangan anggaran kita juga belum ada anggaran. Mudah mudahan kita bisa meminta bantuan kepada Provinsi Banten misalnya  bisa melakukan pompanisasi atau pembuatan sumber bor dalam, semoga saja bisa di akomodir dan sesuai harapan masyarakat,”harapnya.

Febby juga mengungkapkan, bahwa Penomena Elnino tersebut sesuai yang disampaikan oleh BMKG diperkirakan akan berlangsung sampai akhir Oktober 2023.

(*Ar)

Berita Lainnya

Leave a Comment