Beranda » Investasi Rp 800 Miliar Masuk Lebak, PT Nexson Bangun Pabrik Gipsum, Bidik Serapan 1.000 Tenaga Kerja

Investasi Rp 800 Miliar Masuk Lebak, PT Nexson Bangun Pabrik Gipsum, Bidik Serapan 1.000 Tenaga Kerja

Kepala Dinas PTSP Kabupaten Lebak, Lingga Segara. Dok : Istimewa

by Editor Utama
0 comment

LEBAK – Kabupaten Lebak kembali mendapat angin segar dari sektor investasi. PT Nexson berencana menanamkan modal sekitar Rp800 miliar untuk membangun fasilitas industri produksi bahan baku gipsum di kawasan Citeras, Kecamatan Rangkasbitung. Investasi tersebut diproyeksikan mampu membuka peluang kerja bagi sekitar 1.000 tenaga kerja.

Rencana investasi ini menjadi salah satu perkembangan positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong penguatan sektor industri, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya tarik Kabupaten Lebak sebagai tujuan penanaman modal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, mengungkapkan bahwa PT Nexson merupakan salah satu calon investor terbaru yang telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Bahkan, pihak perusahaan telah melakukan audiensi untuk membahas rencana pembangunan fasilitas produksinya.

“Yang terbaru Nexson, baru audiensi, bahan baku gipsum rombongan PT Aplus. Dia perusahaan produksi bahan baku gipsum. Mudah-mudahan lancar,” ujar Lingga, Kamis 5 November 2026.

Ia menjelaskan, nilai investasi yang disampaikan perusahaan mencapai sekitar Rp800 miliar. Selain nilai penanaman modal yang cukup besar, rencana tersebut juga dinilai strategis karena berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah signifikan bagi masyarakat.

“Modal yang disampaikan itu sekitar Rp800 miliar. Proyeksi karyawan itu sekitar 1.000-an,” katanya.

Secara lokasi, fasilitas produksi PT Nexson direncanakan berdiri di kawasan Citeras, Rangkasbitung, tidak jauh dari kawasan industri PT Aplus. Menurut Lingga, perusahaan tersebut telah memiliki lahan yang dipersiapkan untuk mendukung realisasi investasinya.
“Untuk lokasinya di Citeras, Rangkasbitung. Dia (perusahaan) PMDM,” ungkapnya.

Dari sisi tahapan pelaksanaan, pembangunan fasilitas industri ditargetkan mulai berlangsung pada 2027. Selanjutnya, perusahaan diproyeksikan mulai menjalankan kegiatan operasional pada 2028, setelah pembangunan infrastruktur dan persiapan produksi diselesaikan.

“Mereka sudah punya lahan, artinya sudah pasti. Untuk bangunan itu tidak jauh dari PT Aplus, dan rencana pembangunan tahun depan (2027) dan mulai berjalan di tahun (2028),” jelas Lingga.

Lebih lanjut, Lingga menerangkan bahwa nilai investasi Rp800 miliar tersebut mencakup komponen penanaman modal berupa aset, pembangunan gedung, serta pengadaan mesin produksi. Sementara biaya operasional perusahaan, termasuk pembayaran gaji tenaga kerja, merupakan komponen tersendiri dan tidak dihitung dalam pelaporan investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

“Iklim investasi berupa aset, belanja bangunan, mesin beda dengan operasional. Itu buat gaji karyawan tidak masuk dalam LKPM,”tuturnya.

Masuknya PT Nexson menambah prospek pengembangan industri di Kabupaten Lebak. Lingga menyebutkan, komunikasi dengan sejumlah calon investor lainnya juga terus berlangsung. Kendati demikian, PT Nexson menjadi salah satu perusahaan terbaru yang telah menyampaikan keseriusan untuk merealisasikan penanaman modal di daerah tersebut.

“Untuk yang lain banyak, cuma yang terbaru dan dipastikan akan menanamkan modalnya di Lebak PT Nexson,” katanya.
Dalam upaya memperkuat daya saing investasi, Pemerintah Kabupaten Lebak terus mempromosikan potensi daerah kepada para pelaku usaha. Ketersediaan lahan, peluang pengembangan kawasan industri, serta dukungan infrastruktur menjadi sejumlah aspek yang ditawarkan untuk menarik minat investor.

Lingga menyampaikan, Kabupaten Lebak memiliki 13 zona industri dengan total luas sekitar 10.900 hektare. Potensi tersebut dinilai memberikan ruang yang cukup besar bagi pengembangan kegiatan industri dan investasi baru.

Selain itu, dukungan konektivitas wilayah melalui akses jalan tol serta ketersediaan pasokan air dari Waduk Karian menjadi faktor pendukung yang diharapkan mampu memperkuat daya tarik investasi. Infrastruktur tersebut dinilai penting dalam menunjang kebutuhan logistik maupun operasional perusahaan.

Promosi investasi juga dilakukan melalui berbagai forum, salah satunya Banten Investment Forum. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan peluang usaha sekaligus membuka ruang kerja sama dengan investor dari berbagai sektor.

Pemkab Lebak berharap kehadiran perusahaan berskala besar tidak berhenti pada satu kegiatan usaha semata. Investasi yang masuk diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperkuat rantai pasok, menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

“Kita berharap investor yang masuk ke Lebak dapat berkembang dan membawa perusahaan lain, sehingga terbentuk ekosistem industri yang saling mendukung, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku dan rantai pasok,”pungkasnya. (*/Aji/ Red)

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com