Beranda » Politisi Partai Gerindra, Bangbang : Soal Pasar Itu Jangan Main-main, Disitu Masalah Perut Orang Banyak

Politisi Partai Gerindra, Bangbang : Soal Pasar Itu Jangan Main-main, Disitu Masalah Perut Orang Banyak

by Editor Utama

Lebak – Viralnya pemberitaan di media online Relawan dan Mahasiswa Independent yang mendesak agar Bupati Lebak mencopot Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak serta Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar, menyusul gaduhnya di Dinas Disperindag Lebak soal rencana relokasi Pasar Rangkasbitung khususnya para PKL. Kini Politisi Partai Gerinda Kabupaten Lebak, Bangbang angkat bicara, Sabtu (28/10/2023).

Menurut Bangbang Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, soal relokasi pasar itu jangan di coba-coba apalagi dibuat main-main. Menurutnya, rancana relokasi PKL Pasar Rangkasbitung ke Kandang Sapi tersebut sebelumnya harus dijamin segmen pasarnya secara matang.

“Terkait PKL yang akan direlokasi oleh Disperindag ini seharusnya jangan terlalu terburu-buru. Karena kaki lima ini bukan masalah jualannya dimana, ini masalah perut orang banyak. Ketika berbicara perut, berbicara orang banyak, maka pemerintah daerah harus bertanggung jawab untuk memberi kenyamanan dalam berusaha,”tegas Bangbang, Sabtu (28/10/2023).

Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Lebak ini mengatakan, sebenarnya Pasar Rangkasbitung itu masih dapat dikelola dengan baik. Artinya, selama konsumennya itu merasa nyaman kenapa tidak manajemenya saja yang diperbaiki.

“Saya rasa jangan dulu direlokasi, tinggal manajemennya saja diperbaiki, saya kira semuanya akan baik dan nyaman,” katanya.

“Karena pengalaman pengalaman kita, kebijakan-kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini Pasar. Kita sudah tau dari tahun sebelumnya, dimana Pasar Malingping yang rencana direlokasi dan masyarakat konsumennya tidak mau, sehingga dari jaman dulu hingga saat ini tidak bisa dipindahkan,”kata Bangbang.

Lanjut, Kemudian Pasar Gajrug, kata Bangbang, Pasar Gajrug tersebut dinilai sangat strategis dan bangunannya sudah diperbaiki menjadi lebih bagus. Namun, hingga saat ini peminatnya kurang.

“Pasar Gajrug kurang strategis bagimana, yang sekarang di bawah pindah ke atas, itu kan bangunannya lebih bagus, tapi nyatanya mereka tidak mau. Artinya, ini disisi lain dari edukasi pemerintah pemahaman terhadap para pedagang. Yang kedua mungkin dari segmen Pasarnya. Ketika pasilitas itu kurang baik menurut konsumen, penataannya kurang baik maka tidak mungkin konsumen itu datang. Kalau memang mau direlokasi siapkan dulu pasilitasnya yang lengkap, buat menarik sehingga kaki lima itu akan nyaman berusaha disana,”ujar Bangbang.

Baca Juga  RAK HMI Insan Cita Disebut Melanggar ADART, Najwa Wibawa Kusuma : 1 X 24 Jam Tidak RAK Ulang, Mulyana Berhak Menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Insan Cita

“Contoh kecil ketika ada Pasar Malam. Pasar malam itu mereka meminta ijin kepada Pemerintah Daerah segala macem untuk mengadakan Pasar Malam. Mereka hanya bawa baju, bawa alat mainan dan lain-lain. Tapi disitu secara otomatis itu ada kaki lima yang notabenya orang Lebak, kenapa demikian, karena segmen Pasarnya jelas, pengunjungnya banyak, keramain namanya, munculah kaki lima, mereka itu tanpa di koordinir tanpa ada perintah mereka datang. Karena mereka niatnya dagang usaha cari napkah untuk keluarga,”sambung Bangbang.

Untuk itu, kata Bangbang, seharusnya Disperindag Lebak sebelumnya harus matang dalam perencanaan segmen pasarnya.

“Ketika mau di relokasi pikirkan itu. Kemudian analisa pasarnya bagaimana, tempatnya nanti akan seperti apa, membuat menarik kepada konsumen atau tidak. Kalau mau di pusatkan kawasan kuliner misalkan, silahkan buatkan kawasan kuliner yang isinya PKL,”katanya.

“Namun disana harus jelas juga segmen pasarnya nanti dari mana, kalau tempat di Kandang Sapi itu mau di buat apa saja tidak masalah. Tapi harus di siapkan dulu sarana dan prasarananya dan pemerintah harus menyiapkan, yang harus difikirkan Pasarnya ini. Mereka PKL tidak mungkin mau dipindahkan kalau pasarnya tidak jelas, kenapa setiap pasar malam itu banyak kaki lima, ya pasarnya kan jelas banyak pengunjungnya,”ujar Bangbang.

Masih menurut Bangbang anggota DPRD Lebak dari Fraksi Gerindra yang tegas ini mengatakan, menurutnya jika Pasar Rangkabsitung di anggap Kumuh sebenarnya bukan soal Pasarnya yang kumuh, namun kurang bisanya manajemen dan pengelolaannya.

“Kalau dianggap Pasar Rangkasbitung ini kumuh, sebetulnya bukan pasarnya yang kumuh, tapi kekurang bisaan manejemen Pasarnya. Kalau menejemennya baik saya rasa semua tidak akan ada persoalan,”katanya.

Contoh, di Pasar kita itu hampir 24 Jam, dari pagi ada Pasar Subuh, setelah itu jam 8 Pasar Tradisional itu sampai sore, disitu ada Pasar Buah, ada lagi Pasar malam.

Baca Juga  Gubernur Arinal Mengikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 Secara Virtual

Artinya, lanjut Bangbang, kenapa dari 24 jam itu tidak diberikan ruang khusus untuk PKL dan tidak boleh ada yang jualan di luar PKL dalam jam jam tertentu. Tidak boleh buang sampah sembarangan, harus ada retribusi untuk pembersihan sampah dan lain-lain. “Saya rasa bagus. dari 24 jam bagi saja jatah PKL yang ada, misalnya pada jam-jam tertentu itu di isi semua oleh PKL, karena di Pasar Rangkasbitung itu segmen pasarnya jelas, “katanya.

“Kalau itu disiapkan waktunya saya yakin kaki lima juga tidak keberatan kalau ditertibkan di atur secara penjadwalannya yang pas, pasti mereka juga akan mengikuti. Menurut saya rencana relokasi itu jauh. Mau ditanya 100 orang pedagang kaki lima itu saya yakin mereka tidak akan mau, karena segmen pasarnya belum jelas,”kata Bangbang.

“Yang jelas, pasari itu ada dan hidup ketika ada keramaian. Kaki lima hadir ketika ada keramaian, yang mereka harap usaha mereka bisa laku ketika ada keramaian. Tapi kalau di Kandang Sapi itu tidak di jamin ada keramaian jangan harap PKL mau dipindakan,”tandasnya. (*Ar)

Berita Lainnya

Leave a Comment