Beranda » Kendalikan Hipertensi! Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Penyakit Hipertensi

Kendalikan Hipertensi! Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Penyakit Hipertensi

by Editor Utama

Karanggede, Boyolali (28/1/2023) Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang terjadi karena tekanan darah meningkat hingga melampaui batas normal yaitu 120/80 mmHg. Kondisi hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Hipertensi dikenal dengan istilah darah tinggi dan juga disebut The Silent Killer karena penyakit ini umumnya tanpa gejala atau keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah menderita penyakit atau komplikasi hipertensi. Penyakit yang dapat timbul sebagai komplikasi dari hipertensi sendiri antara lain stroke, retinopati, penyakit jantung, gagal ginjal, juga dapat menyebabkan kematian.

Hipertensi dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, sosial, dan ekonomi. Akan tetapi, biasanya penyakit ini lebih sering diderita oleh usia lanjut (lansia), dimana pada usia-usia di atas 60 tahun, fungsi tubuh secara normal akan mengalami penurunan. Risiko terjadinya tekanan darah tinggi akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Semakin bertambahnya usia, lansia tersebut rentan mengalami masalah kesehatan atau komplikasi penyakit yang lebih serius diantaranya diabetes melitus, kolestrol, kerusakan ginjal, penyakit jantung dan lain-lain. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hipertensi di antaranya, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik, diet tinggi lemak, konsumsi garam berlebih, dislipidemia, konsumsi alkohol berlebih, psikososial, dan stres.
Desa Bangkok adalah sebuah Desa yang terletak di Wilayah Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa tengah. Saat ini Desa Bangkok memiliki permasalahan kesehatan yang sering diderita oleh masyarakat lansia salah satunya adalah Hipertensi. Penyebab dari masalah kesehatan tersebut adalah karena masyarakat Desa Bangkok memiliki perilaku hidup yang tidak sehat seperti perilaku merokok. Tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat di Desa Bangkok terkait penyakit hipertensi masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan masyarakat masih menganggap penyakit hipertensi merupakan penyakit biasa dan hanya melakukan pemeriksaan ketika mengalami keluhan saja ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Baca Juga  PJ Walikota Muflihun, Berikan Ruang Untuk LSM LIRA Sama-Sama Bangun Pekanbaru Untuk Lebih Baik

Untuk menjawab permasalahan tersebut dan sebagai salah satu wujud penerapan SDG’s poin 3 yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia, maka diadakan sebuah kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi penyakit hipertensi oleh Rehulina Permata Sari, Mahasiswa KKN Tim 1 Undip dengan tema “Kendalikan Penyakit Menular Menuju Keluarga Sehat” sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit hipertensi. Program ini dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap yang pertama yaitu melakukan survey dan wawancara bersama bidan desa dan kader kesehatan tentang permasalahan kesehatan yang dihadapi dan terkait sasaran kegiatan agar tepat sasaran. Adapun sasaran dari kegiatan ini yaitu masyarakat RT 13 Desa Bangkok. Tahap kedua yaitu mengumpulkan literatur dan sumber pustaka terkait cara melakukan pemeriksaan kesehatan dan untuk pembuatan materi edukasi. Tahap ketiga melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan kader kesehatan terkait pelaksanaan kegiatan. Tahap keempat pelaksanaan kegiatan yaitu pemeriksaan kesehatan dan edukasi tentang penyakit hipertensi, dan tahap terakhir pemberian luaran berupa booklet untuk bahan bacaan.

Kegiatan edukasi dan pemeriksaan dilaksanakan mulai hari Sabtu, 28 Januari 2023 di RT 13 secara door to door dari rumah masyarakat ke masyarakat lainnya sebanyak 10 rumah. Media yang digunakan dalam memberikan edukasi yaitu berupa booklet. Booklet berisikan materi terkait pengertian penyakit tidak menular beserta contohnya, pengertian hipertensi, faktor risiko hipertensi, aturan pola makan yang baik, tips mengontrol hipertensi, komplikasi hipertensi, pencegahan hipertensi dengan prinsip “CERDIK (cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stress), dan pengendalian hipertensi dengan prinsip “PATUH (periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet dengan gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik dengan aman, dan hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya).

Baca Juga  Kapolda Metro Jaya Mengukuhkan Tim Anti Tawuran di Kelurahan Manggarai Kecamatan Tebet Jakarta Selatan

Pelaksanaan program ini dilakukan dalam beberapa kegiatan yaitu, pengecekan kesehatan pada masyarakat kemudian dilanjutkan dengan edukasi pengendalian dan pencegahan hipertensi. Kegiatan pemeriksaan dan edukasi yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Undip mendapat respon positif dari masyarakat. Masyarakat antusias saat dilakukannya pemeriksanaan kesehatan serta memperhatikan materi yang disampaikan dan banyak mengajukan pertanyaan seputar penyakit hipertensi. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan didapatkan bahwa masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi memiliki hasil pengukuran tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.

Dari program ini, diharapkan dengan adanya edukasi terkait hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah masyarkat RT 13 serta kader kesehatan setempat mampu mengimplementasikan secara nyata ilmu penyakit tidak menular yaitu hipertensi dan lebih menjaga pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, mampu melakukan pengendalian tekanan darah tinggi, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga kesehatan diri sendiri dan keluarga lebih terjaga dan masyarkat pun bisa terbebas dari komplikasi penyakit.

Penulis:
Rehulina Permata Sari – Program Kesehatan Masyarakat

Dosen Pembimbing Lapangan :

  1. Reni Wiyatasari, S.S, M.Hum
  2. Dr. Ir. Baginda Iskandar Moeda Tampoebolon, M.Si, IPM
  3. Irfan Murtadho Yusuf, S.A.P, MPM

Berita Lainnya

Leave a Comment