JAKARTA – Dugaan praktik “fee proyek” dalam pekerjaan preservasi jalan di lingkungan BPJN Banten kian mengemuka. Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) secara terbuka membawa persoalan ini ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui audiensi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Dalam pertemuan tersebut, GAMMA menyampaikan adanya indikasi dugaan setoran proyek yang disebut berada pada kisaran 5% hingga 7% dari nilai pekerjaan, yang dikaitkan dengan sejumlah paket preservasi jalan pada kewenangan Satker PJN Wilayah II dan PPK 2.3 Banten.
Sekretaris Umum GAMMA, Ade Pahrul, menyatakan bahwa informasi ini bukan sekadar rumor, melainkan indikasi yang muncul dari rangkaian informasi yang saling berkaitan.
“5 hingga 7% itu bukan pernyataan dari pihak GAMMA, justru itu berdasarkan informasi dari seseorang yang pernah mengerjakan paket preservasi jalan APBN di Banten,”ungkap Ade kepada awak media, Rabu 29 April 2026.
Ia menambahkan, adanya dugaan komisi 5 hingga 7% tersebut sebelumnya juga pernah mencuat pada tahun 2025 dalam pemberitaan yang dimuat di salah satu media online menyebutkan pengakuan seorang kontraktor Nasional yang juga merupakan mantan Kadin Banten.
Kini kembali menguat seiring adanya informasi serupa dari sumber yang mengetahui langsung dinamika pelaksanaan proyek di lapangan.
“Dugaan adanya komisi atau fee proyek 5 hingga 7% semakin menguat setelah adanya informasi serupa dari seseorang yang pernah melaksanakan pekerjaan Preservasi jalan pada kewenangan Satker PJN Wilayah II dan PPK 2.3 BPJN Banten tahun 2025,”lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, dalam sesi audensi pihak Direktorat Jenderal Bina Marga meminta agar seluruh informasi yang disampaikan GAMMA dituangkan dalam laporan resmi tertulis yang disertai data pendukung agar segera dapat ditindaklanjuti
GAMMA menegaskan akan segera menyampaikan laporan resmi yang diminta, sekaligus membuka seluruh data dan informasi yang dimiliki sebagai bentuk tanggung jawab publik. Selain itu, GAMMA juga menyatakan akan mengawal laporan dengan aksi jalanan
“Akan segera GAMMA penuhi permintaan Bina Marga dengan menyerahkan dokumen lengkap yang dibarengi dengan aksi demonstrasi jalanan di kantor kementerian PU di pattimura Jakarta selatan,”tegas Ade.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. (*/Red)