Beranda » Rizki Pj Presiden Mahasiswa Prihatin Terhadap Ibu Aisah Warga Cibadak, Keliling Kampung Jual Gorengan Biayai Anaknya yang Lumpuh : Dimana Hati Nurani Kalian

Rizki Pj Presiden Mahasiswa Prihatin Terhadap Ibu Aisah Warga Cibadak, Keliling Kampung Jual Gorengan Biayai Anaknya yang Lumpuh : Dimana Hati Nurani Kalian

by Editor Utama
0 comment

Rizki Ahmad Fauzi, Aktivis Mahasiswa juga Pj. Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung.

Aktivis Mahasiswa Rizki Ahmad Fauzi bersuara keras menyoroti adanya seorang warga Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupatén lebak, Provinsi Banten, berjuang mengobati anaknya yang Lumpuh dengan kondisi ekonomi serba kesulitan. Mirisnya, warga tidak mampu tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat.

“Dimana tanggung jawab dan hati nurani pemerintah setempat. Seharusnya ibu Aisah diberikan bantuan yang layak bahkan diperioritaskan,” tegas Rizki kepada Jurnalklik.com, Rabu 31 Desember 2025.

Kata Rizki yang juga sebagai Pj Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung menegaskan, Ketentuan Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Jelas di atur dalam Undang-Undang, bahwa fakir miskin wajib dipelihara oleh Negara. Desa, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Lebak hingga Provinsi Banten juga bagian dari Negara. Seharusnya pihak terkait bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang tidak mampu yang sangat membutuhkan seperti ibu Aisah itu. Sebetulnya, ibu Aisah tidak perlu memohon bantuan karena itu adalah haknya, hak ibu Aisah mendapatkan bantuan. Kami ingatkan, jangan pernah menjadikan warga kurang mampu seperti pengemis, yang seolah harus memohon untuk meminta bantuan yang kemudian baru dibantu. Tentu kami akan bergerak, berjuang bahkan melakukan gerakan aksi besar untuk berada di garda terdepan untuk warga tidak mampu di Kabupaten Lebak jika mereka tidak diberikan haknya,”tegas Rizki.

Lanjut Rizki yang getol bersama kawan-kawan mahasiswa lainnya bergerak sosial kembali menegaskan, jika pemerintah serius untuk mengentaskan kemiskinan juga mengawal Program Pemerintah Pusat agar bantuan itu tepat sasaran, seharusnya Pemerintah tegas memberikan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait yang tufoksinya mendata masyarakat di seluruh Kabupaten Lebak.

“Kalau pihak terkait benar-benar mendata dari bawah seperti mulai dari RT ke RW, kemudian ke Desa dan Kecamatan juga melakukan pengawasan secara serius terhadap warganya, mana warga yang tidak mampu dan mana warga yang benar-benar tidak mampu, saya kira semua program bantuan dari pemerintah disalurkan tepat sasaran. Tentu, harus intens dilakukan evaluasi dan alangkah baiknya Door to door langsung turun ke masyarakat. Jika seperti ini kan Miris, ibu Aisah yang seharusnya mendapatkan bantuan dan bahkan menjadi perioritas karena ditimpa musibah anaknya bernasib lumpuh, faktanya malah tidak mendapatkan bantuan,”ujar Rizki.

Untuk itu, Rizki meminta semua pihak juga DPRD Lebak untuk mengawasi kinerja pemerintah yang berkaitan dengan sosial dan khususnya melakukan pengawasan terhadap warga tidak mampu di Lebak. DPR kata Rizki, harus tegas menegur pihak terkait bahkan Pemerintah Kabupaten bila tidak menjalankan Undang-Undang sesuai aturan yang berlaku.

“Wakil Rakyat dipilih oleh Rakyat dan harus kembali berada di garda terdepan untuk rakyat, apalagi kondisi rakyatnya tidak mampu. Melihat kondisi ibu Aisah, tentu saya sangat prihatin dan miris karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Saya minta DPR panggil semua pihak terkait agar bertanggung jawab atas kinerjanya selama ini,”
tegas Rizki Presiden Mahasiwa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung yang meluapkan keprihatinannya.

Sebelumnya, Aisah seorang ibu warga Talun, RT 02/ 03 Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupatén lebak, Provinsi Banten harus menahan air mata setiap hari, lantaran melihat kondisi anaknya bernama Arni Yuningsih mengalami lumpuh sejak lahir dan hingga saat ini Arni sudah berumur 26 Tahun. Namun penyakit lumpuh itu belum juga terobati.

Kondisi yang sangat meprihatikan itu di ungkap Yogi Tamrin tetangga Aisah, yang mengetahui keadaan kehidupan sehari-hari keluarga Aisah.

Yogi menceritakan bahwa ibu Aisah pernah membawa anak perempuannya itu untuk berobat, namun, perjuangannya untuk mengobati anaknya tidak seperti yang di harapkan, penyakit lumpuh itu tetap menggerogoti anaknya dan bahkan tubuh Arni Yuningsih mengalami keras.

“Ibu Aisah bukan tidak mau membawa anaknya berobat lagi, namun keterbatasan biaya dan ekonomi yang serba kekurangan yang membuat ibu Aisah Pasrah dengan kondisi anaknya saat ini,” ujar Yogi kepada awak media, Selasa 30 Desember 2025.

Yogi merasa prihatin dengan kondisi keluarga Ibu Aisah. Untuk menghidupi anaknya yang lumpuh, Ibu Aisah harus berjuang keras menegakan lututnya untuk berjalan kaki dari kampung ke kampung berjualan gorengan untuk bertahan hidup sehari-hari.

Karena, Suami Aisah Rahmat hanyalah pekerja Sopir membawa anak sekolah, yang mana penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Suaminya hanya kerja sebagai Sopir yang memang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga mereka. Karena, Arni Yuningsih yang memiliki penyakit lumpuh itu harus disediakan Pempres, makan setiap harinya dan kebutuan lainnya untuk bertahan hidup,”ujar Yogi.

Arni Yuningsih sejak memiliki penyakit lumpuh bertahun-tahun itu, hingga kini hanya bisa terbaring lemas dengan kondisi badan yang sangat kurus dan hanya beralaskan kasur Tipis.

Arni juga memiliki hati dan fikiran, sama seperti perempuan lain pada umumnya, ingin hidup selayaknya dan bisa berjalan dengan Normal. Namun, nasib berkata lain, Arni harus merasakan getirnya hidup dengan kondisi lumpuh total.

“Dan yang paling ibu Aisah sedih’kan, ketika Banyak Bantuan Sosial, seperti Bantuan beras, bantuan minyak ataupun Uang, namun keluarganya tidak pernah dapat sekali pun,”kata Yogi sambil suaranya bergetar, miris melihat kondisi keluarga ibu Aisah.

Padahal seharunya Ibu aisah dan anaknya Arni yang lumpuh, kata Yogi, sangat layak untuk mendapatkan bantuan.

“Ibu aisah sangat berharap bantuan dari Pemerintah maupun pihak Dermawan atau pihak yang peduli terhadap sosial.
Semoga keluarga ibu Aisah dapat bantuan untuk pembiayaan pengobatan anaknya. Baik itu berupa barang ataupun uang, karena selama ini keluarga ibu Aisah belum pernah tersentuh bantuan oleh Pemerintah dan harapannya pihak Pemerintah mengulurkan tangan dan meninjau langsung keadaan keluarga ibu Aisah dan Arni Yuningsih yang bernasib lumpuh,”ujar Yogi.

“Saya berharap dengan adanya pemberitaan ini, Pemerintah bisa mendengar tangisan masyarakat dan bisa membantu pihak yang sangat membutuhkan seperti keluarga Aisah ini, “harapnya. (*Aji/FWS/Red)

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com