Foto : Kelompok Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Kelompok 06 saat menggas kerja bakti di Kampung Karoya, Lebak, Banten. Dok : BKM 06 Unvas Setia Budhi Rangkasbitung.
Lebak – Setelah sekian lama vakum, semangat gotong royong kembali hidup di Kampung Karoya, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak-Banten.
Kegiatan kerja bakti yang selama ini nyaris terlupakan oleh masyarakat dan aparat desa, berhasil digagas kembali berkat inisiatif mahasiswa Bhakti Karya Mahasiswa (BKM) dari Universitas Setiabudi Rangkasbitung, kelompok 06.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi (26/7/2025) ini melibatkan warga, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Aksi bersih-bersih meliputi pembersihan jalan lingkungan, saluran air, dan fasilitas umum seperti masjid dan balai warga. Kegiatan ini menjadi titik balik kembalinya budaya gotong royong yang dulu menjadi ciri khas masyarakat desa.
Koordinator BKM Kelompok 06, Nasruddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan lingkungan dan sosial.
“Kami melihat kurangnya kegiatan kolektif di masyarakat akhir-akhir ini, terutama kerja bakti. Maka kami berinisiatif memulai kembali, agar menjadi contoh positif dan bisa rutin dilanjutkan,”kata Nasruddin kepada Jurnalklik.com, Senin 28 Juli 2025.
Warga Kampung Karoya merespons positif inisiatif mahasiswa tersebut. Salah satu warga, Ibu Enah (45), mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat.
“Sudah lama tidak ada kerja bakti. Dengan adanya adik-adik mahasiswa, kami jadi semangat lagi. Lingkungan juga jadi lebih bersih,” katanya dengan antusias.
Kepala RW kampung karoya, Bapak wahyu , turut hadir dan mengapresiasi peran aktif mahasiswa dalam membangkitkan kembali partisipasi warga. Ia mengakui bahwa selama beberapa waktu terakhir, kegiatan bersama masyarakat memang menurun karena berbagai kesibukan dan kurangnya inisiatif.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa BKM 06 ini. Ini jadi momentum bagi kami untuk kembali menggiatkan kerja bakti dan kebersamaan warga,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat komunikasi antara masyarakat dan aparatur desa. Mahasiswa berharap kerja bakti ini bisa menjadi awal dari gerakan lingkungan berkelanjutan di Desa Mekarsari.
Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa, Kampung Karoya perlahan bangkit kembali sebagai desa yang bersih, kompak, dan penuh semangat gotong royong. (*/Aji/ Red)