JAKARTA — Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, setelah upaya audiensi dengan pimpinan Direktorat Jenderal Bina Marga di kantor Kementerian Pekerjaan Umum pada Senin (09/03/2026) tidak membuahkan hasil.
Alih-alih bertemu langsung dengan pimpinan Ditjen Bina Marga, perwakilan GAMMA hanya diterima oleh Direktorat Kepatuhan Intern bersama Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Bina Marga Kementerian PU untuk menyampaikan laporan terkait dugaan penyimpangan pada paket pekerjaan Preservasi Jalan Sampay – Gunungkencana.
Proyek bernilai sekitar Rp 8 miliar tersebut diketahui dikerjakan oleh CV. Falby Putra Mandiri dan berada di bawah tanggung jawab Satker PJN Wilayah II Provinsi Banten serta PPK 2.3 Banten.
GAMMA menilai sikap tidak ditemuinya mereka oleh pimpinan Ditjen Bina Marga menunjukkan lemahnya respons terhadap laporan dugaan pelanggaran pada proyek infrastruktur yang dibiayai dari anggaran negara.
Dalam audiensi tersebut, GAMMA memaparkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis Bina Marga, desain gambar, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana tertuang dalam dokumen kontrak kerja.
Koordinator GAMMA, Hasyim, menyebut temuan tersebut bukan sekadar asumsi, melainkan didukung dokumentasi lengkap berupa foto, video, serta titik koordinat lokasi pekerjaan yang dianggap bermasalah.
“Temuan kami bukan opini kosong. Kami memiliki dokumentasi visual lengkap, mulai dari foto, video hingga keterangan titik lokasi pekerjaan. Bahkan sejumlah hal juga telah terkonfirmasi saat audiensi dengan pihak BPJN Banten. Namun kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujar Hasyim.
Menurut GAMMA, jika dugaan tersebut terbukti, maka hal itu bukan sekadar persoalan teknis pekerjaan, tetapi berpotensi merugikan keuangan negara serta mencederai kualitas pembangunan infrastruktur yang seharusnya dinikmati masyarakat.
Merasa tidak mendapatkan respons serius dari pimpinan Ditjen Bina Marga, GAMMA pun menyatakan siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan.
Aksi tersebut disebut sebagai bentuk tekanan moral agar Kementerian PU tidak menutup mata terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek preservasi jalan tersebut.
“Kami akan datang kembali dengan aksi demonstrasi. Kami mendesak Kementerian PU khususnya Ditjen Bina Marga agar bersikap tegas. Jangan sampai anggaran negara dipakai untuk pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi,” tegas Hasyim.
GAMMA menuntut agar Kementerian PU segera mengambil langkah konkret, mulai dari tidak membayar pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, membongkar hasil pekerjaan yang bermasalah, memutus kontrak dengan penyedia jasa, hingga mengevaluasi bahkan mencopot Kepala Satker PJN Wilayah II Banten serta PPK 2.3 Banten yang dinilai bertanggung jawab atas pengawasan proyek tersebut.
“Ini bukan sekadar soal proyek jalan. Ini menyangkut integritas pengelolaan anggaran negara. Jika ada pembiaran, maka kami menduga ada kegagalan pengawasan. Karena itu kami mendesak evaluasi serius terhadap Satker PJN Wilayah II dan PPK 2.3 Banten,”tandasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media terus berupaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Meskipun sebelumnya upaya konfirmasi kepada pihak terkait bernama Zakaria tidak ditanggapi alias “BUNGKAM”. (*/Aji/ Redaksi)