Institut Silat Sunda (SSI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Banten menggelar rapat pembahasan program strategi penguatan jalur prestasi yang dipadukan dengan pelestarian budaya debus khas Banten. Kegiatan ini menjadi langkah nyata SSI dalam mengembangkan prestasi pencak silat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang telah mengakar kuat di masyarakat Banten.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPW SSI Banten serta perwakilan perguruan silat yang berada di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Lebak. SSI menegaskan sebagai organisasi induk yang mewadahi seluruh perguruan silat yang ada di Banten, tanpa membeda-bedakan aliran maupun perguruan.
Ketua Umum Silat Sunda Institute, Hendra , dalam pernyataannya menyampaikan bahwa penguatan jalur prestasi harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya daerah.
“SSI mewadahi seluruh perguruan silat yang ada di Banten, terkhusus di Lebak. Kita ingin membangun kebersamaan, persatuan, dan prestasi, tanpa menghilangkan ciri khas budaya daerah,” tegasnya.
Tidak hanya bergerak di jalur prestasi, SSI juga memiliki program unggulan di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat . Di antaranya adalah program pendidikan bagi anggota yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, sebagai bentuk komitmen SSI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, SSI juga menjalankan program penyaluran tenaga kerja , serta pengembangan kewirausahaan yang meliputi sektor pertanian, peternakan, dan bidang produktif lainnya.
“SSI ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kami membina prestasi, sekaligus membuka akses pendidikan, lapangan kerja, dan kewirausahaan agar anggota SSI dapat mandiri dan berdaya saing,” tambah Hendra.
Melalui program-program tersebut, SSI DPW Banten diharapkan mampu menjadi organisasi silat yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya di Provinsi Banten. (*Aji/ Red)