Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) provinsi Banten menyatakan sikap akan mengawal secara ketat pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Daan Mogot (Tangerang) – BTS Kota Tangerang – BTS Kab. Serang yang dikerjakan oleh PT. PUNDI VIWI PERDANA dengan nilai anggaran Rp. 131.530.926.231,57 yang saat ini tengah berjalan di Provinsi Banten.
Proyek tersebut menjadi sorotan karena nilai penawaran pemenang tender berada pada kategori ambang batas kewajaran harga, yakni di bawah 80 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius terhadap kualitas hasil pekerjaan fisik apabila tidak diawasi secara maksimal.
Ketua umum GAMMA Provinsi Banten, Ahmad Hudori, menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, penawaran yang terlalu rendah wajib dilakukan klarifikasi kewajaran dan pengawasan ketat selama pelaksanaan pekerjaan.
“Penawaran di bawah ambang batas berpotensi menurunkan mutu pekerjaan apabila kontraktor tidak memiliki kemampuan teknis dan finansial yang memadai. Infrastruktur jalan menyangkut keselamatan publik, sehingga tidak boleh dikompromikan,” tegasnya, Kamis 19 Febuari 2026.
Lanjut, Hudori, menyatakan sikap kontrol sosial dengan menyiapkan aksi demonstrasi di kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten untuk mendesak Satuan Kerja (SATKER) Pelaksanaan Jalan Nasional 1 Provinsi Banten, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 provinsi Banten, dan konsultan pengawas menjalankan fungsi pengendalian secara ketat, transparan, dan akuntabel.
GAMMA mengidentifikasi sejumlah risiko serius yang berpotensi terjadi akibat penawaran yang terlalu rendah yang di duga akan berpotensi menimbulkan risiko pada mutu Konstruksi, risiko keselamatan pengguna jalan, K3, administrasi dan pelaksanaan, serta risiko proyek yang mangkrak. Untuk itu GAMMA akan menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat mendesak agar dilakukan evaluasi serta pengawasan menyeluruh pada proses pekerjaan.
” Ya, GAMMA akan segera menggelar aksi demonstrasi, mendesak agar dilakukan evaluasi serta pengawasan menyeluruh terhadap Kesesuaian spesifikasi teknis, volume dan mutu material, metode pelaksanaan pekerjaan, kehadiran tenaga ahli dan peralatan utama, Pengendalian mutu dan waktu pelaksanaan”. Tegas Hudori. (Red)