Beranda » Gawat, Hilang Hak Suara, Aliansi Mahasiswa STIE Latansa Menggelar Aksi

Gawat, Hilang Hak Suara, Aliansi Mahasiswa STIE Latansa Menggelar Aksi

by Editor Utama

Lebak – Aliansi Mahasiswa STIE La Tansa Mashiro menggugat melakukan aksi di depan Kampus STIE La Tansa Mashiro. Aksi tersebut dilakukan karena adanya keputusan yang dikeluarkan oleh KPUK STIE La Tansa Mashiro dalam menetapkan keputusan tentang ketua BEM dan wakil ketua BEM tanpa proses proses pemilihan secara langsung.

Fahmi koordinator lapangan menilai bahwa kontestasi pemilihan ketua BEM tahun ini dinilai dalam penetapan menjadi Ketua dan Wakil ketua BEM tidak melibatkan suara mahasiswa. Hal tersebut yang menyebabkan banyaknya mahasiswa kecewa dengan sikap lembaga dalam menetapkan Ketua dan Wakil ketua BEM.

“Saya rasa KPUK adalah unsur paling penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi mahasiswa seperti pemilihan ketua dan wakil ketua BEM, sehingga harus adanya keterbukaan oleh lembaga yang disampaikan kepada kosma lalu kosma menyampaikan kepada para mahasiswa, namun hal itu tidak terjadi di ruang likup kampus STIE LA TANSA MASHIRO. Entah ada angin dari mana KPUK STIE LA TANSA MASHIRO sudah menetapkan ketua dan wakil ketua tanpa melalui proses pemilihan, padahal kita tahu bahwa pemilihan raya ini salah satu hajat demokrasi yang seharusnya dirasakan oleh semua kalangan mahasiswa STIE La Tansa Mashiro” ungkap Fahmi.

Fahmi menambahkan, pihak KPUK La Tansa Mashiro tidak konsisten dengan timline yang sudah mereka buat, mereka selalu berdalih karena hanya ada satu Paslon yang lolos verifikasi maka dari itu mereka langsung menetapkan Paslon tersebut menjadi ketua dan wakil ketua BEM. Padahal kita tau walaupun hanya ada satu Paslon yang lolos ketua KPUK dan lembaga tidak berhak langsung menetapkan tanpa adanya pemilihan langsung.

”KPUK La Tansa Mashiro seperti tidak paham akan mekanisme demokrasi, seharusnya jika hanya ada satu Paslon yang lolos verifikasi kontestasi pemilu harus tetap dilaksanakan” jelasnya.

Baca Juga  Anggota Satlantas Polrestro Tangerang Kota Jaring 15 Pelajar Saat Nge-BM Truk

Sebagai contoh ketika tahun 2019 adanya pilkada dikabupaten Lebak, saat itu hanya ada calon yang lolos, dan tidak ada lawan. Tetapi KPU Lebak tidak langsung menetapkan bahwa mereka otomatis akan menjadi bupati Lebak, mereka tetap melakukan pemilihan dengan melawan kertas kosong.

“Kita ingat pilkada 2019 saat itu hanya ada satu Paslon yang lolos tetap KPU Lebak tetap melaksanakan pemilihan, sedangkan di kampus STIE La Tansa Mashiro tidak seperti itu, Pihak KPUK STIE La Tansa Mashiro langsung menetapkan Paslon yang lolos dengan dalih hanya ada satu Paslon saja jadi tidak usah mengadakan pemilihan dan secara otomatis beliau yang terpilih tanpa adanya hak suara mahasiswa yang dilibatkan, tentu kami sebagai mahasiswa sangat kecewa dengan keputusan yang dikeluarkan oleh KPUK STIE La Tansa Mashiro”. Ujar Fahmi.

Masa aksi berharap ketua KPUK STIE La Tansa Mashiro bisa mengkaji ulang keputusan yang sudah ditetapkan dan tetap melaksanakan pencoblosan yang sudah dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober 2022 walaupun hanya melawan kotak suara kosong.

Disisi lain Ketua KPUK Stie La Tansa Mashiro Farid menanggapi permasalahan yang terjadi, beliau mendatangi masa aksi dan berdiskusi bareng dengan mereka. Farid akhirnya siap menandatangani fakta integritas yang berisi tentang pencabutan keputusan yang telah dikeluarkan dalam penetapan ketua dan wakil ketua BEM STIE La Tansa Mashiro, serta siap mengundurkan diri sebagai ketua dan juga membubarkan KPUK STIE La Tansa Mashiro.

“Saya sudah membuat surat pernyataan yang berisi tentang pencabutan keputusan tentang penetapan ketua dan wakil ketua BEM, mengundurkan diri sebagai ketua KPUK STIE La Tansa Mashiro serta membubarkan KPUK STIE La Tansa Mashiro yang sudah ditandatangani diatas materai.”

Baca Juga  Diduga Dikuasai PT. KTI, 7 Tahun Warga Desa Pasauran Keluhkan Air Bersih, Berujung Unjuk Rasa Menyegel Plan Bendungan Cipasauran

Aliansi Mahasiswa STIE La Tansa Mashiro mengapresiasi sikap yang diambil oleh ketua KPUK La Tansa Mahsiro, dengan begitu ketua dan wakil ketua BEM STIE La Tansa Mashiro tidak sah karena telah dicabutnya keputusan tentang penetapan ketua dan wakil ketua BEM STIE La Tansa Mashiro oleh ketua KPUK STIE La Tansa Mashiro. (*RED)

Berita Lainnya

Leave a Comment