Beranda » Aktivis ARKAL Banten Soroti Keras Tambang Emas PT. SBJ di Cibeber

Aktivis ARKAL Banten Soroti Keras Tambang Emas PT. SBJ di Cibeber

by Imam Apriyana

Lebak – Aliansi Rakyat Kelestarian Lingkungan (ARKAL) Banten menyoroti terkait adanya seorang warga yang meninggal dunia diduga melakukan aktivitas tambang emas di lahan Bukaan Baru Milik PT. SBJ Blok Cikupa, Kecamatan Cibeber pada Jumat malam (27/1/2023).

Aktivis ARKAL Banten mengaku perihatin atas peristiwa tersebut dan meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia turun ke lokasi tambang emas di Desa Cibeber Kabupaten Lebak Banten tersebut.

” Kami sangat miris dan perihatin adanya korban jiwa seorang warga tersebut. Seharusnya ada pengawasan ketat dari pihak pihak terkait soal aktivitas tambang emas. Lingkungan juga harus kita jaga, apalagi ini menyangkut nyawa manusia, gak boleh di anggap sepele,” tegas Ketua ARKAL Imam Apriyana pada awak media, Rabu (1/2/2023)

Kata Imam selain harus dipertanyakan terkait ijin lokasi pertambangan emas tersebut, ia juga meminta pemerintah untuk menguji dan mengkaji terkait dampak gerakan aktivitas tambang emas tersebut.

” Pemerintah wajib mengkaji dan menguji dampak aktivitas tambang emas tersebut. Jangan sampai gara gara adanya aktivitas tambang emas itu berdampak pada masyarakat yang tidak tahu apa apa, seperti berdampak pada rapuhnya tanah, rusaknya alam sekitar dan lain sebagainya sehingga mengakibatkan bencana. Untuk itu, kami minta dengan tegas agar pemerintah menguji dan mengkaji terlebih dahulu,” tegas Imam.

Imam juga meminta agar pihak terkait meninjau kembali terkait ijin lokasi tambang emas di PT. SBJ tersebut.

” Kami meminta agar ditinjau kembali terkait ijinnya, apakah ada atau tidak. Kemudian, kami minta di informasikan ke publik jika ada ijinnya, sehingga publik tidak menerka nerka dan mengetahuinya,” tegasnya.

Imam menilai, adanya aktivitas penambangan emas tersebut diduga karena lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Sehingga, ketentuan aturan/SOP yang seharusnya dilakukan itu tidak.

Baca Juga  Ratusan Warga Maja Antusias Ikuti Pawai Peringatan Maulid Nabi,Dengan Bertema "Nganteran Ka-Muspika"

” Kami menduga ini karena lemahnya pengawasan dan atau bahkan tidak ada pengawasan pihak terkait ke lokasi tambang emas di Selatan atau Cibeber tersebut. Jika semua sudah sesuai aturan dan ketentuan, tidak mungkin terkesan asal semua orang bisa masuk ke lokasi tambang emas tersebut. Nah, ini yang harus di jaga ketat dan di pertanyakan,” katanya.

Lanjut, Imam juga meminta agar pihak kepolisian menindak tegas jika ada aktivitas penambangan ilegal yang tidak berijin. Baik aktivitas tambang emas maupun tambang batu bara di selatan, Lebak, Banten.

” Ini harus menjadi fokus pemerintah di tahun 2023 ini. Karena, aktivitas tambang itu tentu akan berdampak pada lingkungan sekitar. Lebih khawatirnya lagi, itu akan mengakibatkan rawan bencana khususnya di Selatan. Tentu, ini akan menjadi ke khawatiran kami sebagai warga Lebak Banten. Untuk itu, kami minta APH tindak semua tambang ilegal di Kabupaten Lebak. Kami juga khawatir ada lagi korban berikutnya,” tandas Imam.

(*Red)

Berita Lainnya

Leave a Comment