BANTEN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Banten menggelar aksi demonstrasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Jumat 20 Februari 2026.
Aksi tersebut memperingati momentum 1 tahun kepemimpinan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni-Dimyati Natakusuma, dinilai belum mampu mengindahkan permasalahan- permasalahan yang kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat.
Dalam aksi, BEM Nusantara Provinsi Banten menyampaikan beberapa poin aspirasi dan tuntutan mendesak perubahan.
Aspirasi dan tuntutan tersebut disampaikan oleh masing-masing aliansi BEM yang terdiri dari beberapa Kabupaten/kota, salah satunya adalah Kabupaten Lebak, Kota dan Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Tangerang.
Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Rizqi Ahmad Fauzi menyampaikan tuntutan kepada Pemerintahan Provinsi Banten agar serius dalam menangani isu sosial, pendidikan, hingga infrastruktur di Kabupaten Lebak yang masih menjadi persoalan.
Salah satu isu yang disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung adalah mengenai persoalan pengerasan badan jalan yang diduga mangkrak dan tidak transparan yang berlokasi di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.
Selain itu Rizqi juga menyoroti persoalan mengenai indeks pembangunan manusia (IPM) di Lebak yang menduduki peringkat terendah se-provinsi Banten serta konflik agraria yang terjadi di Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak.
“Satu tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten seharusnya banyak melakukan evaluasi bukan selebrasi, banyak persoalan di Lebak yang hingga kini masih belum tertuntaskan. Mulai dari masalah sosial, kesehatan, pendidikan, bahkan infrastruktur masih menjadi PR serius yang harus diselesaikan bersama. Banyak persoalan yang dirasakan oleh Kabupaten Lebak salah satunya adalah masalah Infrastruktur pembangunan jalan di Huntara Lebakgedong yang mangkrak dan kurangnya transparansi, selain itu IPM di Lebak juga terburuk se-provinsi Banten, dan konflik agraria yang merenggut hak-hak Masyarakat,”tegas Rizqi.
Rizqi Ahmad Fauzi juga menekankan kepada Pemerintahan Provinsi Banten agar berbenah dalam menangani persoalan yang terjadi di setiap belahan Kabupaten, khususnya di Kabupaten Lebak.
“Pemprov Banten harus mencari solusi jangan cuman opini, Momentum 1 tahun Kepemimpinan kepala daerah harus menunjukkan tren positif untuk merubah tatanan bangsa,”tandasnya.