Beranda » RPM Heran Ada Apa Dengan Dinkes Lebak, Bantuan Kemenkes Rp 100 Juta Untuk Puja Sera Terkesan Ditutupi

RPM Heran Ada Apa Dengan Dinkes Lebak, Bantuan Kemenkes Rp 100 Juta Untuk Puja Sera Terkesan Ditutupi

by Editor Utama

Lebak – Relawan Pembela Masyarakat Bersatu (RPM) mengaku heran dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten. Pasalnya, beberapa kali di konfirmasi terkait bantuan untuk membangun Wastapel dan tempat cuci tangan sebesar Rp 100 juta di Puja Sera Alun-alun Rangkasbitung dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) terkesan ditutup-tutupi, lantaran pejabat yang disebut-sebut sebagai penunjuk pelaksana proyek Lina dan Kepala Dinkes Lebak dinilai sulit ditemui dan dihubungi.

“Ada apa sebetulnya dalam proyek dari bantuan Kemenkes tersebut. Saya heran, kenapa sulit ditemui. Padahal kami hanya minta penjelasan bagaimana regulasinya, karena proyek tersebut tidak di pasang papan informasi, sehingga masyarakat tidak tahu bantuan dari mana, nilainya berapa, dan apa saja bantuannya,”tegas Imam Apriyana pimpinan RPM, Sabtu (28/10/2023).

Menurut Imam, lagi-lagi Komunikasi pihak Dinas Kesehatan dinilai sangatlah buruk. Padahal, kata Imam, pihak Dinkes Lebak sebagai pejabat publik harus memperioritaskan pelayanan terhadap masyarakat, baik yang membutuhkan informasi maupun pelayanan yang lainnya.

“Masyarakat jangan selalu di anggap sebelah mata dong, tanpa adanya masyarakat juga pejabat Dinkes bukan apa-apa, kami tidak mengada-ngada, kan itu bantuan dari Kemenkes, terkecuali kami cari-cari anggaran, seperti pemeliharaan, anggaran perawatan kantor perawatan mobil dinas dan dana operasional, baru kita akan bersurat serius. Kami hanya konfirmasi bagaimana proyek tersebut sebenarnya, hak kami sebagai kontrol harus juga dihargai,” ujarnya.

Imam mengaku, jika pihak Dinas Kesehatan dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan masih saja sulit untuk dihubungi dan ditemu, pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Dinkes Lebak.

“Jika memang harus dan ingin selalu pakai surat, ya siap, nanti kami akan bersurat. Sekalian kita live kan nanti audensinya,” katanya.

Baca Juga  Setelah Ketahuan Dobel Job, Dua Pamwascam Di Lebak Resmi Mengundurkan Diri

Imam mengaku kecewa, lagi-lagi terkesan dipandang sebelah mata oleh pihak Dinkes Lebak khususnya Kepala Dinas. Padahal, kata dia, pihak Dinkes juga digajih oleh negara untuk melayani rakyat.

“Kami berkeringat membayar pajak, kami hadir untuk mendorong juga pembangunan khususnya di Lebak. Lantas, bagaimana kami bisa mengetahui ada program apa, bagaimana jika ada yang membutuhkan pihak Dinkes, sementara komunikasinya putus, sulit,”kata Imam.

Imam berharap Bupati Lebak, Sekda Lebak sebagai pebat tinggi juga ikut memantau kelahuan masyarakat yang selama ini butuh informasi.

“Tentu pimpinan atau pejabat tinggi bertanggung jawab atas apa yang terjadi di bawah, karena kebijakan pasti ada di atas, pasti hal-hal yang menyangkut dinas pimpinan pasti mengetahui, untuk itu, kami minta agar melakukan evaluasi,” katanya.

Sebelumnya, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) memberikan bantuan anggaran Rp 100 juta, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak untuk membangun Wastapel dan Tempat Cuci Tangan di Puja Sera Alun-alun Rangkasbitung. Namun, pembangunan tersebut dilaksanakan tanpa dipasang papan proyek.

Hal tersebut diketahui saat awak media saat bertemu di lokasi proyek dengan Rahmat, salah satu pedagang di Puja Sera Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (1/10/2023).

Kata Rahmat, bantuan sebesar Rp 100 Juta tersebut diberikan oleh Kemenkes melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak untuk membangun Wastapel sebanyak 18 titik dan tempat mencuci tangan sebanyak 6 titik.

“Iya, bantuan ini dari Kemenkes melalui Dinas Kesehatan. Ini baru termin ke satu, nanti selanjutnya akan ada lagi. Itu belum selesai, nanti di kasih seragam dan tempat sampah juga,”kata Rahmat.

Lanjut Rahmat, proyek pembangunan Wastapel dan Tempat Cuci Tangan tersebut sudah satu bulan dilaksanakan. Sementara itu dari pihak Dinas Kesehatan Lebak sendiri yakni Bu Lina.

Baca Juga  Pengurus Besar HMI Desak Polres Serang Kota Profesional Tangani Kasus Narkoba yang diduga Menjerat Adik Kandung Anggota DPRD

“Yang memborong kerjaan ini adalah pak Eli. Dan 18 Titik Wastapel tersebut dibangun menggunakan anggaran Rp 10 Juta. Pertama turun anggaran Rp 70 juta, nanti kalau sudah 100 persen pekerjaannya, baru sisanya turun lagi anggarannya,”katanya.

Sementara itu, dihubungi via Whatsappnya, Triatno Supiyono malah mempertanyakan titik lokasi proyek tersebut.

“Wastapel dan tempat cuci tangan dimana lokasinya,”singkat Triatno Supiyono.

Kembali awak media berupaya menghubungi melalui via telephone WhatsAppnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiyono tidak menjawab. (*Rusli)

Berita Lainnya

Leave a Comment