Beranda » Mendapat Informasi dari Media Soal Bencana di Gunung Kencana, BPBD Lebak Lakukan Kordinasi

Mendapat Informasi dari Media Soal Bencana di Gunung Kencana, BPBD Lebak Lakukan Kordinasi

by Editor Utama
0 comment

Menanggapi terjadinya bencana di Kampung Gunung Barat, Desa Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak Banten, yang mana membuat akeses atau mobilitas warga terganggu juga mengakibatkan rumah warga roboh serta banyak yang rusak parah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, H. Sukanta menyampaikan pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Kecamatan Gunungkencana dalam upaya penanggulangan.

“Kita sudah koordinasi denga pak Camat Gunung Kencana, karena lumayan agak ngejelimet, akhirnya kita mengusulkan ke Badan Geologi agar di Survey terlebih dahulu untuk memastikan apakah lokasi itu masih bisa di tempati untuk pemukinan atau harus di relokasi,”ujar H. Sukanta pada Jurnalklik.com, Kamis 29 Januari 2026.

Kata H. Sukanta, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak Kecamatan Gunungkencana bahwa warga yang terkena dampak bencana sudah ditawarkan untuk pindah sementara di Rumah Dinas Kecamatan, akan tetapi, warga belum bersedia dan memilih untuk bertahan di tempatnya.

“Info dari pak Camat Gunungkencana sudah di tawari untuk pindah sementara ke Rumah Dinas kecamatan,tp mereka belum bersedia,”katanya.

Lanjut, untuk itu, BPBD saat ini akan menunggu hasil dari Tim Geologi apakah nanti masyarakat yang terkena dampak di Relokasi atau di bantu oleh Stimulan Pemkab Lebak. Sementara, untuk warga yang terdampak dan memiliki Stroke, ia menyarankan untuk berkordinasi dengan pihak Dinas Sosial Lebak.

“Nanti hasil dari Tim Geologi itu akan jadi Rekomendasi, apakah Relokasi atau di bantu STIMULANnya oleh Pemkab Lebak, sementara untuk yang Stroke mungkin bisa di koordinasikan ke Dinsos yah,”katanya.

Kepala BPBD Lebak juga menghimbau agar masyarakat di Kabupaten Lebak tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan menghadapi cuaca ekstrim saat ini.

Ini sejumlah poin penting himbauan dari BPBD Lebak.

PERTAMA : Untuk Masyarakat kabupaten Lebak sesuai dengan peringatan dini dari BMKG,agar meningkat Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan menghadapi CUACA EKTRIM ,Yg kemungkinan masih akan terjadi sampai dg Akhir Bulan Februari 2026.terutama bagi yg tinggal di bantaran dan Potensi longsor yang tinggi, termasuk Pohon-pohon yang rawan tumbang di sekitar perkampungan dan atau dekat denfan Fasos /Fasum untuk segera di kordinasikan dengan Dinas LH.

KEDUA : Bagi yg Terdampak Bencana dan Belum tertangani ,mohon maaf dan mohon bersabar ,karena Pemkab juga terus berikhtiar Mencari Solusi terbaik dalam rangka Penanganan kebencanaan yg terjadi di Kab.Lebak ( BerKoordinasi secara Vertikal dan Horizontal, mengefektifkan anggaran yg ada dstrusnya)

KETIGA : Untuk Lokus yg sudah di lakukan Penanganan mohon masyarakat ikut berkontribusi agar ikut menjaga dan memelihara.

Sebelumnya diberitakan, akses mobilitas warga di Kampung Gunung Barat, Desa Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, kini berada di titik kritis karena jalan Lumpuh total.

Bencana tanah longsor yang terjadi baru-baru ini menyebabkan jalan utama Desa Gunung Kencana tertutup material tanah sepenuhnya, sehingga memutus urat nadi perekonomian dan akses layanan kesehatan warga setempat.

Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (HIMAGUNA) menilai penanganan terhadap akses publik ini berjalan sangat lambat. Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur evakuasi dan akses utama warga untuk beraktivitas.

Ketua Umum HIMAGUNA, Pahru Roji, menegaskan bahwa tertutupnya akses jalan ini memperburuk situasi kemanusiaan di lokasi bencana.

“Jalan desa yang tertutup longsor ini bukan masalah sepele. Akibat akses yang lumpuh, penanganan terhadap warga yang menjadi korban pun terhambat. Kami sangat mengkhawatirkan kondisi salah satu warga yang menderita stroke di tengah rumah yang retak-retak, namun akses evakuasi dan bantuan medis sulit menjangkau lokasi secara maksimal,” tegas Pahru Roji pada Jurnalklik.com, Rabu 28 Januari 2026.

Dampak kerusakan di Lokasi bencana,
Selain lumpuhnya jalan desa, HIMAGUNA mencatat adanya kerugian infrastruktur yang sangat berdampak pada warga setempat. Karena, akses utama kini terputus, material longsor menimbun badan jalan sehingga membuat kendaraan tidak bisa melintas.

Selain itu, juga tercatat satu rumah milik warga roboh, bangunannya hancur total dan tidak lagi bisa ditempati.

Kata Roji, tiga rumah juga kondisinya terancam. Karena tembok retak parah, bahkan rumah seorang ibu yang kini tengah berjuang melawan penyakit stroke.

HIMAGUNA mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terkait alokasi tanggung jawab pemulihan infrastruktur ini. Meski pihak desa telah melakukan tindakan darurat, kapasitas desa dinilai terbatas untuk menyelesaikan pembukaan akses jalan berskala besar dan perbaikan rumah warga yang hancur.

Pernyataan Sikap HIMAGUNA:
Segera Lakukan Normalisasi Jalan:

  1. Mendesak Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Lebak untuk segera menerjunkan alat berat guna membuka kembali akses jalan desa yang tertutup.
  2. Audit Tanggung Jawab: Meminta kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kompensasi dan pembangunan kembali rumah warga yang roboh serta terdampak berat.
  3. Evakuasi Medis: Meminta instansi terkait segera menjemput dan mengevakuasi korban sakit stroke ke fasilitas kesehatan yang layak karena kondisi rumah yang retak sangat berisiko jika terjadi longsor susulan.

“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar pendataan. Jika akses jalan tetap dibiarkan tertutup, maka Kampung Gunung Barat akan terisolasi, dan penderitaan warga terdampak akan semakin berlarut-larut,”tegas Roji.

(*Aji/ red)

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com