Beranda » Kepala Dinas Kesehatan Lebak Bungkam Ditanya Soal Proyek Wastapel dan Tempat Cuci Tangan Rp 100 Juta

Kepala Dinas Kesehatan Lebak Bungkam Ditanya Soal Proyek Wastapel dan Tempat Cuci Tangan Rp 100 Juta

by Editor Utama

Lebak – Upaya awak media beberapa kali untuk melakukan konfirmasi terkait proyek pembangunan Wastapel dan juga tempat pencuci tangan yang di bangun di Puja Sera Alun-alun Rangkasbitung yang di anggarkan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI sebesar Rp 100 juta melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, sejak Selasa tanggal 3 Oktober 2023 hingga Senin 9 Oktober 2023 tidak direspon oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Triyatno Supiyono alias bungkam.

Padahal awak media sudah beberapa kali melakukan upaya konfirmasi baik langsung mendatangi Kantor Dinas Kesejatan Lebak dan juga melalui Pesan Whatsappnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Namun, hingga saat ini, pihaknya tidak memberikan jawaban.

Parahnya lagi, Kepala Dinas Kesehatan Lebak Triatno Supiyono malah terkesan tidak mengetahui dan mempertanyakan dimana proyek pembangunan Wastapel dan tempat mencuci tangan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) memberikan bantuan anggaran Rp 100 juta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak untuk membangun Wastapel dan Tempat Cuci Tangan di Puja Sera Alun-alun Rangkasbitung. Namun, pembangunan tersebut dilaksanakan tanpa adanya papan proyek dan diduga melabrak Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan informasi publik.

Proyek tersebut diketahui saat awak media bertemu dengan salah satu pedangan di Puja Sera Rangkasbitung Rahmat dan melakukan wawancara pada Minggu (1/10/2023).

Kata Rahmat, pembangunan Wastapel dan tempat pencuci tangan tersebut adalah bantuan dari Kemenkes sebesar Rp 100 Juta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak untuk membangun Wastapel sebanyak 18 titik dan tempat mencuci tangan sebanyak 6 titik.

“Iya, bantuan ini dari Kemenkes melalui Dinas Kesehatan. Ini baru termin ke satu, nanti selanjutnya akan ada lagi. Itu belum selesai, nanti di kasih seragam dan tempat sampah juga,”kata Rahmat.

Baca Juga  Kejari Lebak Menyelesaikan Permasalahan Batas Desa Adat Baduy dan Cibarani

Lanjut Rahmat, proyek pembangunan Wastapel dan Tempat Cuci Tangan tersebut sudah satu bulan dilaksanakan. Sementara itu dari pihak Dinas Kesehatan Lebak sendiri yakni Bu Lina.

“Yang memborong kerjaan ini adalah pak Eli. Dan 18 Titik Wastapel tersebut dibangun menggunakan anggaran Rp 10 Juta. Pertama turun anggaran Rp 70 juta, nanti kalau sudah 100 persen pekerjaannya, baru sisanya turun lagi anggarannya,”katanya. (*Kontri Imam/ Red)

Berita Lainnya

Leave a Comment