Beranda » BEM “Koruptor” Soroti Program MBG: Jangan Jadi Ladang Untung Segelintir, Pemberdayaan Masyarakat Nol

BEM “Koruptor” Soroti Program MBG: Jangan Jadi Ladang Untung Segelintir, Pemberdayaan Masyarakat Nol

by Editor Utama
0 comment

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan gizi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal, kini menuai kritik keras dari Tim Khusus Rakyat Bergerak Melawan (BEM) Koruptor. Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Davit Samudra yang menilai pelaksanaan program di lapangan jauh dari harapan.

Menurut Davit, konsep awal MBG seharusnya tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat sekitar. Namun, realitas yang terjadi justru menunjukkan minimnya keterlibatan masyarakat kecil dalam rantai pengadaan.

“Program ini seharusnya jadi harapan baru bagi masyarakat bawah. Tapi yang terjadi sekarang, pemberdayaan diduga masih jauh dari harapan. Pengadaan bahan pangan hingga distribusi didominasi pihak tertentu yang sudah kuat secara modal,” tegas Davit dalam keterangannya, Senin 20 April 2026.

Ia menilai, jika pola seperti ini terus dibiarkan, maka MBG berpotensi hanya menjadi program elitis yang menguntungkan segelintir kelompok.

Padahal, masyarakat lokal seperti petani, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM seharusnya menjadi bagian utama dalam pelaksanaan program tersebut.

“Jangan sampai yang kaya makin kaya. Sementara masyarakat sekitar yang seharusnya diberdayakan malah diabaikan. Ini jelas bertentangan dengan semangat keadilan sosial,” lanjutnya.

BEM Koruptor juga menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam proses penunjukan pihak penyedia bahan pangan dan jasa distribusi. Hal ini dinilai mengkhawatirkan membuka ruang terjadinya praktik yang tidak sehat, termasuk monopoli dan konflik kepentingan.

Davit menegaskan, pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi MBG. Ia juga mendesak adanya keterbukaan informasi kepada publik agar program ini dapat diawasi secara bersama.

“Kalau tidak ada transparansi dan keberpihakan pada masyarakat kecil, program ini hanya akan jadi proyek formalitas. Kami minta pemerintah serius melakukan pembenahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, MBG memiliki potensi besar jika dijalankan dengan benar, yakni tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi desa melalui pelibatan langsung warga lokal.

Dengan adanya kritik ini, BEM Koruptor berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar program MBG benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat luas, bukan justru memperlebar kesenjangan sosial di tengah masyarakat. (*/Red)

You may also like

Kantor Redaksi : Kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Kec. Kalanganyar, Kabupaten Lebak Banten

Email : Jurnalklik@gmail.com No Handphone : 085216233073/087794000978

Pilihan Editor

Berita Terkini

© 2025 – JurnalKlik.com