Akses mobilitas warga di Kampung Gunung Barat, Desa Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, kini berada di titik kritis karena jalan Lumpuh total.
Bencana tanah longsor yang terjadi baru-baru ini menyebabkan jalan utama Desa Gunung Kencana tertutup material tanah sepenuhnya, sehingga memutus urat nadi perekonomian dan akses layanan kesehatan warga setempat.
Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (HIMAGUNA) menilai penanganan terhadap akses publik ini berjalan sangat lambat. Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur evakuasi dan akses utama warga untuk beraktivitas.
Ketua Umum HIMAGUNA, Pahru Roji, menegaskan bahwa tertutupnya akses jalan ini memperburuk situasi kemanusiaan di lokasi bencana.
“Jalan desa yang tertutup longsor ini bukan masalah sepele. Akibat akses yang lumpuh, penanganan terhadap warga yang menjadi korban pun terhambat. Kami sangat mengkhawatirkan kondisi salah satu warga yang menderita stroke di tengah rumah yang retak-retak, namun akses evakuasi dan bantuan medis sulit menjangkau lokasi secara maksimal,” tegas Pahru Roji pada Jurnalklik.com, Rabu 28 Januari 2026.
Dampak kerusakan di Lokasi bencana,
Selain lumpuhnya jalan desa, HIMAGUNA mencatat adanya kerugian infrastruktur yang sangat berdampak pada warga setempat. Karena, akses utama kini terputus, material longsor menimbun badan jalan sehingga membuat kendaraan tidak bisa melintas.
Selain itu, juga tercatat satu rumah milik warga roboh, bangunannya hancur total dan tidak lagi bisa ditempati.
Kata Roji, tiga rumah juga kondisinya terancam. Karena tembok retak parah, bahkan rumah seorang ibu yang kini tengah berjuang melawan penyakit stroke.
HIMAGUNA mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terkait alokasi tanggung jawab pemulihan infrastruktur ini. Meski pihak desa telah melakukan tindakan darurat, kapasitas desa dinilai terbatas untuk menyelesaikan pembukaan akses jalan berskala besar dan perbaikan rumah warga yang hancur.
Pernyataan Sikap HIMAGUNA:
Segera Lakukan Normalisasi Jalan:
- Mendesak Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Lebak untuk segera menerjunkan alat berat guna membuka kembali akses jalan desa yang tertutup.
- Audit Tanggung Jawab: Meminta kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kompensasi dan pembangunan kembali rumah warga yang roboh serta terdampak berat.
- Evakuasi Medis: Meminta instansi terkait segera menjemput dan mengevakuasi korban sakit stroke ke fasilitas kesehatan yang layak karena kondisi rumah yang retak sangat berisiko jika terjadi longsor susulan.
“Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar pendataan. Jika akses jalan tetap dibiarkan tertutup, maka Kampung Gunung Barat akan terisolasi, dan penderitaan warga terdampak akan semakin berlarut-larut,”tegas Roji.
(*Red)